Setelah nulis buku tapi tetep bingung kalau soal blog pribadi

 Udah nulis buku, tapi tetep bingung kalau soal nulis blog pribadi. Mungkin karena kalau nulis buku kan non-fiksi tuh. Tentang seputar kerjaan, jadi gak ada beban imajinasi. Benar-benar apa yang saya alami aja. Tadinya bahkan blog ini mau dihapus, tapi pas saya coba ganti theme nya, enak juga walaupun tentu sudah jadul ya dibanding WordPress jauh. Saya juga punya blog khusus desain sekarang di The Design Essays.

Photo by Yannick Pulver on Unsplash

Selain di Medium.com. Sekarang Medium.com saya jadikan tulisan random aja, yang mungkin harusnya di sini kalau konteksnya blog pribadi. Tapi di situ itu lebih ke share thoughts, sih. Dan ada followers-nya. Walaupun udah mati/off, gak banyak engagament. Entah ya kalau,... apa ada akibat tertentu dari suatu kejadian. Intinya orang mungkin udah gak terlalu nyimak Medium, atau Medium saya saja. Kaya mesti ada gebrakan duniawi yang besar dulu, karena Medium, linkedin kan memang platform soal kerjaan kebanyakan sih ya. Belum lagi Paywall-nya sekarang dimana-mana.

Sebentar lagi saya mau rilis buku soal Kerja Remote atau WFH (Work From Home) Insya Allah. Semoga Allah lancarkan. Walaupun resiko, itu sama saja kaya nyebar rahasia dapur sih. Walau tentu rezeki itu kan di tangan Allah. Bukan berarti dari baca buku. Tapi ya begitulah saya kalau share, saya suka sharing, dan gak tanggung-tanggung yang di-share. Mana royalti buku print dari penerbit itu kan gak banyak. Lebih banyak format e-book rilis sendiri sih, tapi saya kurang suka. Terlalu sakral, karena berhimpitan dengan digital merketing yang merebak. Digital marketing-nya sih bagus, saya juga tertarik, tapi banyak yang bodong dan mengecewakan konon. Jadi saya gak bisa tuh nekat di jalan itu kalau sayanya posisinya gak kuat. Malah jadi resiko sepertinya, walaupun kalau ada yang beli jelas untungnya besar sih.

Ah, sudahlah saya memang susah kalau sharing niatnya murni duit itu. Bukan sok suci, ya karena sharing itu bagi saya hobi dan kesenangan. Kalau cari duit apa ya, mendesain? itu pun senang melakukannya. Jadi gak melulu duit aja.

Sebelumnya sempat di blog ini saya tulis pengalaman saya soal kesehatan pribadi juga, terutama waktu kesal sama BPJS dan waktu pengalaman sakit lainnya lalu sembuh, pengalaman trauma, soal pelecehan, tapi saya hapus deh. Lagian takut ada yang bacanya salah tangkap. Apalagi kesehatan efeknya besar ya kalau salah baca dan salah tangkap.

Parah, sih banyak bener blog saya LoL. Tumblr juga ada tapi saya masih tertutup soal ini, ... jadi yang ada di sidebar blog ini tuh, Tumblr yang lain hehe ... kalau yang ada tulisannya itu pake nama alias, isinya lebih ke serius dan islami sih, dan saya gak nyaman kalau sisi 'hubunganku dengan Allah' terlihat. Kalau orang kan malah kadang jadi konten ya, itupun biasanya akun dakwah kan. Kalau share-share aja sih saya punya di Instagram. Tapi kalau di Tumblr yang itu, ya ada tulisannya, lumayan melampiaskan ini itu juga, tapi tidak membongkar hal sensitif ya. Dan kalau Tumblr agak beda ya formatnya, tapi mirip blog-lah. Medium ada, WordPress ada khusus desain, dan silently saya punya Blogger ini bahkan theme-nya sudah jadul dimana saya yakin dipertahankan untuk menarget orang-orang yang gak mentingin desain. Saya desainer web, aplikasi tapi tetep kecantol juga hehe, sekalian nostalgia sama platform-nya sih.

Sisanya blog saya yang ini ternyata isinya banyak review buku, beberapa copas dari instagram saya sendiri makannya isinya pendek. Ya gpp deh ya...biar gak banyak yang aneh-aneh juga.


Komentar