Vibes liburannya dapet banget daripada Pangandaran.
Sebetulnya ini post ditulis pas Desember 2025 😁 cuma biar momennya berurutan gpp lah ya disetting post date nya.
 |
| Buat Cover Blog |
 |
Warung Ma Engkar yang viral
|
Tentu kita mulai di sini dulu, Saung Warung Ma Engkar karena sebelum masuk Batu Karas ngelewatin ini dulu, makannya gampang viralnya. Kalau makanan, termasuk enak walau masih standar, tapi not bad, lumayan menyegarkan kalau lagi traveling di pantai, apalagi kalau gak banyak pilihan kaya di Pangandaran. Jadi warung Ma Engkar ini lumayan banget, minimal gak mengecewakan rasanya. Kalau lagi laper ini pas lah. Biasanya begitu dateng kan laper tuh.h Walau pilihan tempat makan gak sebanyak di Pangandaran tapi spot-spotnya tuh lebih fokus. Dan lebih eksotis daripada Pangandaran. Vibes liburannya juga kerasa karena cukup bermunculan bule-bule jadi kaya agak semi Bali, Lombok walaupun masih lebih sedikit sih kunjungan turisnya. Kalau Pangandaran kan gak ada bule. Paling, ... suka ada anjing liar berkeliaran aja, walaupun jinak sih.
Pantai Batu Karas yang katanya Pantai teradem. Iya lagi, gak panas pantai tuh. Kalau di Pangandaran masih ada panasnya. Keren banget, Masya Allah.
 |
| Pondok Cowet |
Di Batu Karas karena eksotis jadi penginapannya rata-rata ya berupa penginapan aja, bukan hotel. Hotel ada tapi baru atau bahkan baru dibuat, belum jadi dibangun dan gak banyak. Jadi, kebanyakan penginapan, tapi bukan homestay juga seperti di Pulau Seribu, walau ada aja beberapa. Jadi banyaknya penginapan-penginapan kecil, namun estetik serta cukup terjangkau ya, banyak yang harganya gak sampe Rp500 ribu dengan kapasitas bisa ber-4 jadi tempat tidurnya juga lega, pas. Kalau di Pangandaran kan kebanyakan hotel ya, mau gak mau harganya lebih mahal. Saya nginep di Pondok Cowet, Rp350 ribu per malam.
 |
| Seneng sama spot ini |
Menuju Pantai Madasari ini akan melewati sungai yang bertemu langsung dengan laut! Waktu itu pagi liatnya, jalanan sepi.
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."
 |
Kopi meningan di sini deh atau gak perlu yang pinggir pantai. Harganya normal.
|
Sebagai orang Bandung, saya biasa harga kopi itu Rp20 ribuan. Walau pun pernah juga nemu beberapa yang Rp30 ribuan. Nah Kyoko ini kebetulan depannya Pondok Cowet, dan enak pula. Harganya Rp20ribuan apa pas 20 gitu. Sempat beli di pinggir pantai Batu Karas pas begitu masuk. Keren sih, vibesnya liburan banget berasa di Bali, banyak bule. Harga lebih mahal memang Rp35ribu apa lebih. Tapi rasa Kyoko ini gak kalah. Gak coba roti, cuma kopinya aja. Saya ngemil di kedai dalam Pondok Cowet-nya paling.
 |
Pantai Madasari yang lebih berkarang dan deras.
|
Ke Pantai Madasari karena penasaran aja. Lebih berkarang dan lebih deras. Pagi-pagi saat itu sekitar jam 8-9 an. Jalanan agak becek pinggir-pinggir dekat arena tempat makannya. Paling saya makan mie ayam aja di situ. Karena kaya lagi pada tutup. Lewatin sih tempat makan Lobster, tapi udah nyobain pas di Batu Karasnya.
 |
Pantai pas sore-sore, gak terlalu basah pasirnya.
|
 |
Warung Comeng (Sea Food)
|
Ini wajib, katanya! Emang enak sih. Mungkin di Batu Karas makanannya emang lebih enak-enak daripada Pangandaran. Ya, selera-nya lebih berbumbu gitu. Lebih bakat masak hehe...
Gak ambil foto makanannya, lagian gitu-gitu aja sih lobster bentuknya, walau memang pastinya indah ya, menggiurkan. Kurang suka foto makanan karena sungkan kalau share kecuali promosi. Tapi kan bukan foodies juga. Di sini katanya suka ada biawak berkeliaran, dan memang iya ada, tapi tenang aja, itu di bawahnya. Kadang saya liat di video sempat dibuka area bawah pasir untuk tempat makannya, tapi mungkin situasional ya.
 |
Hari terakhir saat itu. Tak lupa ngopi dulu.
|
Puas sih, daripada di Pangandaran. Pas libur anak sekolah, selama 3 hari 2 malam dari Bandung.
Komentar
Posting Komentar